PENARUBAN – Takmir Masjid Baitul Muttaqin Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabuputen Purbalingga, Jawa Tengah sebagai koordinator Pelaksanaan Zakat Fitrah Ramadhan 2019 siap menerima pembayaran Zakat Fitrah dari Muzaki dan menyalurkannya kepada mustahiq.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Takmir Masjid Baitul Muttaqin (BM) Desa Penaruban, Nur Halim SE, usai shalat Jumat di masjid Baitul Muttaqin dalam musyawarah bersama Takmir masjid Baitul Muttaqin dan Takmir mushala dan masjid se Desa Penaruban, Jumat (24/5/2019).

Menurutnya, meskipun hasil musyawarah tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, namun beberapa poin penting terkait pelaksanaan Zakat Fitrah telah berhasil dimusyawarahkan. Salah satunya terkait dengan teknis pengelolaan dan pembagian atau penerima Zakat Istimewa.

Secara teknis, setiap Masjid/Musholla mengajukan nama calon penerima. Karena tujuannya adalah untuk pemberdayaan jemaah dan sifatnya produktif.

“Dan nama yang dicalonkan harapanya adalah orang yang tidak mampu dan punya usaha atau ingin mempunyai usaha dan mempunyai keterampilan meskipun sederhana,” kata Nur Halim yang juga sebagai Sekretaris Lazismu Desa Penaruban ini.

Sebagai contoh, lanjutnya, setelah Zakat Fitrah ditasyarufkan (disalurkan). Secara umum dengan ketentuan seperti Ramadhan tahun 2018, misal 1-2 jiwa mendapat 8 kg,
3-4 jiwa 12 kg, 5-6 jiwa 17 kg dan 7 jiwa keatas mendapat 20 kg.

Dijelaskan pula bahwa karena Takmir Masjid Baitul Muttaqin beraifat koordinatif, maka sisa beras zakat fitrah dari tiap mushala/masjid untuk dilaporkan ke Takmir Masjid Baitul Muttaqien untuk dihimpun se Desa Penaruban sebagai perhitungan Zakat Istimewa.

“Dalam hal ini, setiap Masjid atau Mushala harus menanggalkan kepentingan kewilayahan dan jemaah Mushalanya. Hal ini bertujuan untuk dibagikan kepada warga Desa Penaruban,” jelasnya.

Adapaun ketentuan penerima Zakat Istimewa selanjutnya akan dimusyawarahkan pada Jumat (31/5/2019) mendatang, yakni dengan cara merangking calon penerima.

“Untuk besarnya pembayaran zakat fitrah, kemarin tidak dibahas secara detail namun baru tahap usulan. Yakni besarnya 1 sha’ atau 2,5 – 3 kg. Karena masih fokus pada Zakat Istimewa dan beberapa hal teknis yang terkait kendala di Masjid dan Musholla,” ungkapnya. (ies)

Takmir mushala al Haq Dusun 1 Desa Penaruban saat menerima pembayaran Zakat Fitrah Ramadhan 2018 (Foto: Doc Imam)