PENARUBAN – Kepala Desa (Kades) Penaruban, Siti Syarifah, S.Pd, melakukan kegiatan serap aspirasi warga khususnya jemaah Masjid al Manar dengan acara juguran di teras masjid setempat.

Juguran atau ngobrol santai bersama warga ini digelar usai melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Ramadhan 2019 Tim A Pemdes Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabuputen Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu, (19/5/2019).

Sajian aneka jajan dan makanan khas warga, seperti tahu berontak, mendoan hingga sroto (soto) pun tersaji, sehingga menambah hangatnya suasana serap aspirasi bersama warga yang dipandu langsung oleh Ketua LPMD, H. Sutaryo, SH.

Ketua LPMD, H. Sutaryo, SH saat menyerahkan tali asih kepada Takmir Masjid al Manar, H. Suhadi (Foto: Imam)

Sebagai kegiatan rutin usai Tarling di masjid dan mushala ini bertujuan untuk menyerap aspirasi, masukan dan kritikan guna peningkatan pelaksanaan tugasnya sebagai Kepala Desa Penaruban.

Seperti pendapat atau usulan yang disampaikan oleh Daryanto, mantan Camat Kaligondang yang mengusulkan perlu adanya normalisasi sungai Klawing dan dibuatnya lampu traficlight di perempatan jalan raya.

Dalam kesempatan ini, mantan Kades Penaruban, Salijoen, juga menyampaikan usulannya, diantaranya penambahan usulan daftar penerima bantuan dana non tunai bagi warga tidak mampu. Dan pendirian Pasar Desa di area Sub Terminal Desa Penaruban.

Serap aspirasi masyarakat sambil menikmati sroto (soto) dalam acara juguran bersama warga usai Tarling Pemdes Penaruban di masjid al Manar (Foto: Imam)

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Siti mengatakan bahwa semua usulan, pendapat, ide maupun gagasan dari warga akan ditampung dan disampaikan dalam Musdes (Musyawarah Desa).

Terkait usulan Pasar Desa, menurut Siti, pendirian mini market yang akan menampung dan menjual produk-produk warga/lokal sudah masuk perencanaan dalam visi misinya.

Kades Penaruban, Siti Syarifah, S.Pd (kanan) saat melakukan dialog dengan warga usai Tarling di Masjid al Manar (Foto: Imam)

Dan untuk penerima bantuan non tunai, lanjut Siti, adalah berdasarkan data dari pusat. Dengan demikian Pemerintah Desa tidak bisa untuk mengubah ataupun menambahkan sendiri.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua warga masyarakat yang telah menyampaikan usulan ataupun pendapatnya. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki perhatian dan harapan untuk kemajuan Desa,” ungkapnya. (ies)